Test Footer

Faceblog Evolutions
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery
http://mas-andes.blogspot.com

Faceblog Evolutions
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery
http://mas-andes.blogspot.com

Faceblog Evolutions
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery
http://mas-andes.blogspot.com

Faceblog Evolutions
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery
http://mas-andes.blogspot.com

Faceblog Evolutions
Tutorial Blog | SEO | HTML | CSS | jQuery
http://mas-andes.blogspot.com

Ads by Faceblog Evolutions

Rabu, 07 Januari 2015

DPR Kritik "Penghapusan" Tiket Pesawat Murah

Komisi V DPR RI mengkritik kebijakan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, yang "menghapuskan" penerbangan murah atau Low Cost Carrier (LCC). Sebab, standar keselamatan dan keamanan penerbangan harus dipenuhi oleh semua maskapai yang melakukan operasi di Indonesia, termasuk LCC.

“Jangan benturkan keselamatan penerbangan dengan LCC," kata Yudi dalam siaran pers, Rabu 7 Januari 2015.

Menurut dia, untuk bisa mendapatkan izin operasional sebagai angkutan udara niaga terjadwal, maskapai harus memenuhi berbagai persyaratan tentang keselamatan dan keamanan terbang, termasuk membuat manajemen keselamatan penerbangan. Mereka juga harus patuh pada semua aturan yang berlaku.

"Tanpa itu, mereka tidak bisa dapat izin. Jika sudah dapat izin operasional, otomatis persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan itu sudah dipenuhi. Jadi,  jangan benturkan LCC dengan keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Yudi menjelaskan, berdasarkan pasal 126—127 UU No.1 tahun 2009 tentang Penerbangan, pengaturan tarif oleh pemerintah hanya untuk tarif ekonomi dan non-ekonomi. Untuk tarif ekonomi, pemerintah menetapkan batas atas tarif yang dihitung berdasarkan komponen tarif jarak, pajak, iuran wajib asuransi, dan biaya tuslah/tambahan. Sementara itu, untuk batas bawah, tidak diatur dalam UU.

Guna meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan, langkah yang diambil pemerintah seharusnya membenahi berbagai persoalan yang sebenarnya berawal dari ketidaktegasan regulator, termasuk memperketat pengawasan dan pengendalian penerbangan.

“Program keselamatan penerbangan sudah ada, sistem manajemen keselamatan dan SOP penerbangan di setiap maskapai juga sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana aturan itu dilaksanakan dengan baik," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan berencana "menghapuskan" tiket murah pesawat. Mereka beranggapan, biaya murah penerbangan berkaitan dengan faktor keselamatan.

"Tidak akan ada lagi ke depan tawaran tiket murah seperti Rp50 ribu. Batas bawah ditetapkan 40 persen. Suratnya masih tunggu pengesahan Menkumham," kata Hadi M Djuraid, Staf Khusus Menteri Perhubungan.

Pengamat: Fraksi-Fraksi DPR Kurang Frontal Ajukan Hak Interpelasi

Pengamat politik Universitas Indonesia, Budiatna menilai kesan melunak sejumlah fraksi di DPR soal interplasi kenaikan BBM tidak lepas dari kepentingan politik.
Menurutnya konflik internal yang dilanda sejumlah Parpol, membuat fraksi-fraksi Parpol di DPR tidak berani bersikap frontal bertentangan dengan pemerintah.

"Mereka juga memperhatikan instrument politik dan hukum pemerintah," kata Budiatna saat dihubungi Republika, Rabu (7/1).

Budiatna mencontohkan keinginan Fraksi Golkar DPR mengevaluasi interpelasi. Menurutnya hal itu terjadi karena Fraksi Golkar DPR, yang didominasi kubu Aburizal Bakrie (Ical), masih mengkhawatirkan intervensi pemerintah dalam penyelesaian konflik dengan kubu Agung Laksono.

"Ini makanya ada posisi tawar-menawar. Jangan terlalu ekstrim dengan pemerintah," ujarnya.

Kendati begitu, Budiatna memandang interplasi soal kenaikan BBM masih relevan dilakukan DPR. Sebab menurutnya pemerintah tidak pernah menjelaskan secara holistik dasar penetapan harga BBM.

"Interplasi ini masih relevan. Yang dipertanyakan bukan hanya soal turunnya harga BBM yang sedikit. Tapi juga soal kelebihan keuntungan BBM itu kemana," kata.

memantau pemilu

Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis hasil kegiatan monitoring dan pemantauan Pilpres 2014 yang menyoroti masalah pengelolaan dana kampanye pilpres bagi masing-masing pasangan capres dan cawapres. ICW beranggapan, keberlangsungan proses demokrasi yang baik bisa dimulai dari penyelenggaraan pemilu yang transparan dan akuntabel dalam aspek pendanaannya.

ICW berhasil mengumpulkan data mengenai total dana kampanye kedua pasangan capres-cawapres pada pilpres 2014 lalu, di mana pendanaan kampanye pasangan Prabowo-Hatta mencapai total Rp 166,6 miliar, dan pasangan Jokowi-JK sekitar Rp 312 miliar.

Dalam temuannya, ICW mendapati sejumlah ketidakterbukaan sumber dana kampanye bagi masing-masing capres. ICW bahkan menjabarkan sejumlah data hasil temuan kajiannya, mengenai asal muasal sumber dana kampanye yang dimaksud tersebut.

Perang Dunia II Front Asia-Pasifik



Peristiwa Perang Dunia II Front Asia-Pasifik terjadi di seluruh kawasan Asia-Pasifik termasuk di Indonesia. Perang Dunia II front Asia-Pasifik ini terjadi setelah pasukan Kamikaze (berani mati) dari Angkatan Udara Jepang mengebom dan menghancurkan Pangkalan Militer Amerika Serikat Pearl Harbour yang terletak di Hawaii pada tanggal 7 Desember 1941.
Setelah itu dalam waktu singkat (± 5 bulan) Jepang berhasil menguasai wilayah Asia termasuk Indonesia yang ketika itu masih dijajah oleh Belanda. Jepang merebut Indonesia dari Belanda sepenuhnya pada tanggal 8 Maret 1942, setelah Gubernur Jenderal Hindia Belanda  Mr. Aw. Tjarda van Starkenborg Stachouwer menyerah tanpa syarat kepada Panglima Perang Jepang Hitoshi Imamura di Kalijati.
Namun pada pertempuran Midway yang terjadi pada tanggal 4 – 7 Juni 1942, Jepang untuk pertama kalinya mengalami kekalahan dari Sekutu dan sejak itu Jepang mulai mengalami kekalahan demi kekalahan melawan Sekutu. Pertempuran Midway atau yang disebut juga pertempuran Laut Karang (Atol Midway) merupakan pertempuran laut terbesar antara Armada Laut USA di bawah pimpinan Jenderal Douglas Mac Arthur dengan Armada Laut Jepang. Satu persatu pulau-pulau yang terletak di antara Australia dan Jepang dapat direbut kembali.
Kedudukan Jepang semakin melemah atau terjepit setelah Sekutu (USA) mampu mengalahkan Jepang di Pulau Saipan di Kepulauan Mariana dan merebut pulau tersebut pada bulan Juli 1944. Pulau Saipan merupakan Pangkalan Angkatan Laut Jepang di Pasifik. Pulau Saipan ini sangat penting bagi Sekutu karena jarak Saipan dan Tokyo dapat dicapai oleh pesawat pengebom B 29 USA. Hal ini menyebabkan kegoncangan dan keresahan melanda masyarakat Jepang. Dan memang terbukti setelah itu, dari pulau inilah pesawat pengebom B 29 USA meluncur ke atas udara Jepang dan menjatuhkan bom atom.
Kekalahan-kekalahan Jepang yang berturut-turut ini menyebabkan terjadinya krisis di pemerintahan dan masyarakat Jepang. Faktor-faktor ini pula yang menyebabkan jatuhnya Kabinet Tojo pada tanggal 17 Juli 1944 dan digantikan oleh Jenderal Kuniaki Koiso.
Untuk memperkuat Armada Perang Jepang melawan pasukan Sekutu, Perdana Menteri Kuniaki Koiso memberikan janji kemerdekaan kepada sejumlah negara-negara yang dikuasainya termasuk Indonesia. Maka pada tanggal 17 Juli 1944 sesaat setelah dia dilantik menjadi Perdana Menteri Jepang, Perdana Menteri Kuniaki Koiso mengumumkan janji pemberian kemerdekaan kepada Indonesia di kemudian hari.
Pada tanggal 6 Agustus 1945, pesawat pengebom B 29 Amerika Serikat menjatuhkan sebuah bom atom yang dijuluki little boy di kota Hiroshima dan menewaskan 129.558 orang dalam sehari. Selanjutnya pada tanggal 9 Agustus 1945 dijatuhkan bom atom yang kedua, kali ini di kota Nagasaki yang juga mewaskan ratusan ribu korban jiwa dalam sehari. Akibat kedua kota tersebut dibom, Jepang menjadi tidak berdaya dan akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1945 Kaisar Hirohito secara resmi mengumumkan penyerahan Jepang kepada Sekutu.

Rabu, 03 Desember 2014

List of NBA Finals MVP winners


 LeBron James of the Miami Heat was named the most valuable player (MVP) of the National Basketball Association (NBA) Finals at the last
Here is a list of NBA Finals MVPs:
2012 - LeBron James, Miami Heat
2011 - Dirk Nowitzki, Dallas Mavericks
2010 - Kobe Bryant, Los Angeles Lakers
2009 - Kobe Bryant, Los Angeles Lakers
2008 - Paul Pierce, Boston Celtics
2007 - Tony Parker, San Antonio Spurs
2006 - Dwyane Wade, Miami Heat
2005 - Tim Duncan, San Antonio Spurs
2004 - Chauncey Billups, Detroit Pistons
2003 - Tim Duncan, San Antonio Spurs
2002 - Shaquille O'Neal, Los Angeles Lakers
2001 - Shaquille O'Neal, Los Angeles Lakers
2000 - Shaquille O'Neal, Los Angeles Lakers
1999 - Tim Duncan, San Antonio Spurs
1998 - Michael Jordan, Chicago
1997 - Michael Jordan, Chicago
1996 - Michael Jordan, Chicago
1995 - Hakeem Olajuwon, Houston
1994 - Hakeem Olajuwon, Houston
1993 - Michael Jordan, Chicago
1992 - Michael Jordan, Chicago
1991 - Michael Jordan, Chicago
1990 - Isiah Thomas, Detroit Pistons
1989 - Joe Dumars, Detroit Pistons
1988 - James Worthy, Los Angeles Lakers
1987 - Magic Johnson, Los Angeles Lakers
1986 - Larry Bird, Boston Celtics
1985 - Kareem Abdul-Jabbar, Los Angeles Lakers
1984 - Larry Bird, Boston Celtics
1983 - Moses Malone, Philadelphia 76ers
1982 - Magic Johnson, Los Angeles Lakers
1981 - Cedric Maxwell, Boston Celtics
1980 - Magic Johnson, Los Angeles Lakers
1979 - Dennis Johnson, Seattle SuperSonics
1978 - Wes Unseld, Washington Bullets
1977 - Bill Walton, Portland Trail Blazers
1976 - Jo Jo White, Boston Celtics
1975 - Rick Barry, Golden State Warriors
1974 - John Havlicek, Boston Celtics
1973 - Willis Reed, New York Knicks
1972 - Wilt Chamberlain, Los Angeles Lakers
1971 - Kareem Abdul-Jabbar, Milwaukee Bucks
1970 - Willis Reed, New York Knicks
1969 - Jerry West, Los Angeles Lakers